About My Blog

berlajar berkreatifitas, berinovasi, menciptakan sesuatu yg baru, baik, sisi pendidikan maupun perbisnisan , menuju langkah masa depan yang baik ..

sosialisasi tinggi, mutu baik, konsumen senang, ditributor lancar, money ...

Jumat, 27 Januari 2012

Perlukah Wakil ketua Dalam Organisasi???


Dalam sebuah organisasi, setiap elemennya pasti memiliki jobdesk (tugas) masing-masing. Mulai dari ketua, kepala bidang, ketua divisi hingga anggota pastilah memilikinya. Namun, ada posisi yang memiliki jabatan cukup tinggi namun uniknya jabatan tersebut tidak selalu memiliki jobdesk yang jelas sebagaimana dimiliki yang lain. Posisi itu adalah posisi Wakil dalam organisasi.
Sering kita melihat dan mendengar tanggapan di kampus seorang wakil ketua dicap gabut (gaji buta) saat menjalankan sebuah kepanitiaan/organisasi. Bahkan, tanggapan yang seperti ini bukan hanya di level kampus saja lho. Seorang wakil presiden pun sejatinya tidak memiliki jobdesk yang jelas. Jobdesk yang diterima wakil presiden amat sangat bergantung kepada sang presiden itu sendiri. Ketika presiden memang menginginkan wakilnya saja yang bekerja, it’s ok. Namun, ketika presiden meminta wakilnya untuk diam dan “nerimo” apa kata bos maka yang terjadi adalah seperti fenomena umum sekarang ini.
Bahkan, belum lama ini Wakil Gubernur DKI Jakarta MENGUNDURKAN diri dari jabatannya dengan alasan tidak diberdayakan oleh sang Gubernur. Di satu sisi tindakan Wakil Gubernur tidak menunjukkan integritasnya dalam membantu Gubernur. Namun, sang Gubernur pun juga sah-sah saja bila tidak memberikan kerjaan apa pun kepada wakilnya karena bisa selesai dengan baik tanpa perlu dibantu.
Nah, bila kita melihat di sekeliling kita tidak sedikit fenomena yang mirip. Apakah memang wakil itu dibutuhkan? Kalau dibutuhkan harus diberdayakan seperti apa?
Ya, bagaimana pun juga kebutuhan akan wakil ketua dikembalikan kepada gaya memimpin “Bos”. Kalau saya sendiri sih bila berada pada top-level organisasi lebih suka tidak menggunakan wakil, namun saya akan membagi jobdesk saya secara struktural ke beberapa PJ (Penanggung Jawab) Bidang. Bagaimana dengan anda?

ABOUT DREAM ^^


Fakta Menarik Tentang Mimpi

Berikut ini beberapa fakta menarik yang berhubungan dengan mimpi:
  1. Orang buta juga bermimpi. 
    Orang yang terlahir buta dalam mimpinya memang tidak melihat ‘gambar’, tapi mereka bermimpi tentang suara, sentuhan, dan emosi yang mereka rasakan. Memang sulit bagi orang normal untuk memahami, tetapi keinginan tubuh untuk tidur dan bermimpi sedemikian kuatnya sehingga bisa mengatasi segala macam hambatan fisiknya.
  2. Semua orang bermimpi.
    Semua orang bermimpi, kecuali pada beberapa kasus penyakit jiwa yang parah. Meskipun demikian antara laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan mimpi dan reaksi fisiknya. Laki-laki cenderung bermimpi tentang laki-laki lain, sedangkan mimpi kaum perempuan cenderung berimbang antara laki-laki atau perempuan lain.
  3. Mimpi mencegah gangguan emosi.
    Dalam penelitian mengenai tidur, percobaan pada orang yang dibangunkan pada awal mimpi dan tetap diperbolehkan tidur selama delapan jam sehari, setelah tiga hari menjadi kehilangan konsentrasi, gampang marah, mengalami halusinasi, dan tanda-tanda gangguan emosi lainnya.
Here are some interesting facts relating to dreams:
  1. The blind also dream. People who are born blind in his dreams did not see the ‘image’, but they’re dreaming about sound, touch, and the emotions they feel. It is difficult for normal people to understand, but wants the body to sleep and dream so strong so that it can overcome all kinds of physical barriers.
  2. All people dream. All people dream of, except in a few cases of severe mental illness. Nevertheless between men and women have different dreams and physical reactions. Men tend to dream about another man, while women’s dreams tend to be balanced between men or other women.
  3. Dream prevent emotional disturbances. In research on sleep, experiments on people who wake early and keep the dream is allowed to sleep for eight hours a day, after the three days to lose concentration, irritability, hallucinations, and signs of other emotional disorders. 

What's Love???

Are You Confused About Being Angry with the One You Love?
Do You Want to Take the Fear Out of Being Close?

Mary and John's story is familiar.
"I hate you -- get out of my life!" she said when he finally arrived. She was furious about his coming home two hours late to a cold dinner on the table. The candles had burned out, and she ate alone. This was not the first time he stood her up. You'd think she would learn! (You'd think he would learn!)
She loved him so much she was enraged, and told him she wanted a divorce and for him to leave and never come back! Obviously to John, Mary no longer loved him, so he left, hurt and upset, and spent the night elsewhere. Mary was even more hurt from his staying away all night.
Of course, she loved him very much. She understood that. But how could she love him and hate him at the same time? She wondered, and he wondered, and with no clear answer they drifted apart.
She didn't understand that love is more than a feeling of pleasure. Lo

ve is also an emotional investment. Mary's anger meant that John was very important to herOtherwise she wouldn't care at all. Anger is an inevitable feeling in any relation

ship . . . but you have to know how to use the energy to turn upsets into opportunities.
The truth is, many people are confused about how to have a close relationship that works. . . .
. . .and no wonder. . .
There are thousands of families out there that model for their kids how not to be loving with their husband or wife. They may want to know the "Secret of loving relationships ". . . but all they can do is the best they learned from their own parents about how to get along with others. . . .